Dampak
Kegiatan Pembangunan Bagi Lingkungan
Kegiatan
pembangunan dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat.
Dilain sisi, kegiatan pembangunan mempunyai potensi yang besar untuk
menimbulkan dampak lingkungan. Adalah suatu aturan kesepakatan yang sudah
diterima, bahwa pihak yang menimbulkan dampak bertanggungjawab terhadap semua
kerugian dan kerusakan yang.ditimbulkannya (the polluter must pay for the
damage he has done). Pemahaman tentang Dampak Lingkungan menjadi sangat penting
pada setiap kegiatan pembangunan untuk terciptanya lingkungan yang
selaras, harmonis dan sehat. Dampak Kegiatan Pembangunan Umumnya yaitu Fisik,
Biologi, Sosial, Ekonomi, Budaya, dan Kesehatan masyarakat.
Dampak negatif yang ditimbulkan oleh
adanya pembangunan diantaranya :
- Tahap Pra Konstruksi
yaitu suatu tahapan kegiatan sebelum
kegiatan pembangunan dilaksanakan. Pada tahap ini kegiatan yang
dilaksanakan meliputi kegiatan survey pendahuluan dan
kegiatan pembebasan lahan, apabila belum tersedia lahan untuk kegiatan
pembangunan. Tahap Prakonstruksi
meluputi :
·
Pengadaan Lahan
·
Mobilisasi peralatan
·
Pematangan tanah,
·
Pembuatan pagar,
·
Penimbunan,
·
Pengerasan tanah,
·
Pembuatan saluran air,
·
Pembuatan jalan utama,
·
Cabang cabang jalan, pematokan lahan,
·
Pengadaan jaringan listrik,
·
Pengadaan sarana telkom dll.
Apabila di lokasi rencana
pembangunan terdapat banyak permukiman penduduk, maka perlu dilakukan
kegiatan resettlement atau pemindahan penduduk ke lokasi lain. Identifikasi
Apabila terdapat kegiatan resettlement, maka kajian dampak sosial menjadi lebih
luas meliputi perubahan mata pencahariaan, perubahan pola kebiasaan
masyarakat di lokasi baru, serta konflik sosial. Berkaitan dengan uraian di atas
menunjukkan bahwa bangunan komersial mempunyai potensi dampak negatif terhadap:
·
pemanfaatan lahan dan ruang,
·
keberadaan objek khusus,
·
pola mata pencarian,
·
hubungan antar penduduk, dan
·
hak dan kepemilikan masyarakat.
Ø
Terhadap Psikis
a. keresahan masyarakat,
b. harga tanah tidak menentu
c. konflik sosial
d. masalah lalu lintas.
e. hilangnya mata pencaharian pddk).
f. dll
a. keresahan masyarakat,
b. harga tanah tidak menentu
c. konflik sosial
d. masalah lalu lintas.
e. hilangnya mata pencaharian pddk).
f. dll
Ø
Terhadap Fisik
a. kebisingan,
b. debu mengakibatkan ispa, penimbunan debu di paru yang bersifat permanen.
c.dll
a. kebisingan,
b. debu mengakibatkan ispa, penimbunan debu di paru yang bersifat permanen.
c.dll
Ø
Terhadap
Sosial
a. keresahan
sosial,
b.perubahan mata pencahariaan,
c. pendapatan
penduduk,
d.
sikap dan persepsi penduduk,
e. konflik
sosial.
- Tahap Konstruksi
adalah
suatu tahapan kegiatan pembangunan fisik dari rencana proyek yang akan
dilaksanakan. Pada tahap ini kegiata pembangunan yang akan dilaksanakan sangat tergantung
pada rencana kegiatan yang akan dilaksanakan. Tahapan kegiatan konstruksi yang
dianalisa meliputi :
·
Pembangunan sarana fasilitas
·
Pemasangan mesin mesin
·
Pemasangan pipa pipa
·
Pengeboran
·
Penggunaan bahan peledak
·
Pembangunan kantor, Gedung dan sarana
lainnya
·
Pembuatan jalan dalam lokasi kawasan
proyek
·
Pemasangan alat alat komunikasi
·
Pembangunan konstruksi unit pengolah
limbah dan lain lain.
Umumnya pada tahap konstruksi dampak
sosial yang dianalisa adalah sampai sejauh mana kegiatan konstruksi dapat
memberikan manfaat positif bagi terciptanya peluang kerja dan usaha bagi
masyarakat lokal. Semakin besar dampak positif yang dapat dirasakan, maka
dampak kegiatan pembangunan semakin positif. Dampak negatif yang biasa
dianalisa terutama terkait dengan terjadinya persaingan antara pekerja lokal
dan pekerja non lokal. Diidentfikasi kemungkinan terjadinya kecemburuan sosial
antara tenaga kerja lokal dan non lokal dengan adanya peluang kerja dan usaha.
Dampak negatif lainya yaitu :
Ø
Terhadap Psikis Dan Fisik :
1.masalah lalu lintas.
2.masuknya budaya dr tenaker dr luar
3.kebisingan
4.debu mengakibatkan ispa, penimbunan debu di paru yang bersifat permanen.
5.dll
1.masalah lalu lintas.
2.masuknya budaya dr tenaker dr luar
3.kebisingan
4.debu mengakibatkan ispa, penimbunan debu di paru yang bersifat permanen.
5.dll
3.
Tahap Pasca Kontruksi
Pada tahap
pasca- kontruksi dampak lingkungan yang mungkin terjadi akibat kegiatan
pengoperasian prasarana umu yang telah selesai dibangun. Pengoperasian jalan
raya mungkin menimbulkan dampak negatif baik pada komponen fisik-kimia, biologi
maupun sosekbud antara lain :
a. Peningkatan kebisingan
b. Peningkatan kondisi hidrologi
c. Peningkatan keselakaan lalu lintas
d. Gangguan kesehatan masyarakat
e. Penurunan kualitas air
f. Bertambahnya produksi sampah
g. Peningkatan iklim mikro akibat
pendirian bangunan
h. Bertambahnya kepadatan penduduk dan
mobilitas penduduk
i.
Timbulkan
polusi
- Tahap Operasi
adalah suatu
tahapan beroperasinya kegiatan pembangunan yang direncanakan. Pada tahap
ini yang dianalisa terutama terkait dengan kontribusi kegiatan
pembangunan terhadap peluang kerja dan usaha bagi masyarakat lokal. Tersedianya
peluang kerja dan usaha diharapkan dapat memberikan manfaat lanjutan (multiplier
effect) bagi perekonomian daerah. Juga manfaat lain yang dapat dirasakan
bagi peningkatan pendapatan asli daerah dengan adanya pungutan
retribusi, pajak penghasilan, PBB, dan lain-lain. Tahap kegiatan operasi ini
meliputi :
·
Kegiatan produksi dan distribusi hasil
·
Rekruitmen tenaga kerja professional
·
Bertambahnya mobilitas penduduk
·
Dihasilkannya limbah
·
Terjadi peningkatan arus lalu lintas dari
kenderaan
·
Dll
Dampak
negatif yang timbul akibat tahap operasi yaitu :
Ø Terhadap
Psikis
a.konflik sosial
b.masalah lalu lintas.
c.masuknya budaya dr tenaker dr luar
d.dll
a.konflik sosial
b.masalah lalu lintas.
c.masuknya budaya dr tenaker dr luar
d.dll
Ø Terhadap
Fisik
a.kebisingan
b.limbah yang mengakibatkan pencemaran lingkungan yg dpt menimbulkan gangguan kesehatan akut maupun kronis.
c.dll
a.kebisingan
b.limbah yang mengakibatkan pencemaran lingkungan yg dpt menimbulkan gangguan kesehatan akut maupun kronis.
c.dll
5. Tahap
Pasca Operasi
Tahap pasca-operasi yang paling penting adalah tahap
penanganan bangunan yang dapat berupa pembongkaran bangunan atau peralihan
fungsi bangunan. Dalam pekerjaan pembongkaran bangunan, akan banyak
me-nimbulkan dampak berupa limbah padat, debu, bangkitan lalu lintas karena
mobilisasi kendaraan pengangkut, serta kesempatan kerja yang diperlukan untuk
kebutuhan te-naga kerja pembongkaran gedung. Sedangkan peralihan fungsi bangunan
akan sedikit banyak akan berdampak pada pemutusan hubungan kerja.
Ø Tahap Pasca Operasi :
a. Mobilisasi alat-alat produksi,
b. Mobilisasi tenaga kerja
c. Meningkatnya kepadatan dan mobilisasi penduduk
d. Dihasilkannya limbah proyek dan penduduk.
e. dll.
a. Mobilisasi alat-alat produksi,
b. Mobilisasi tenaga kerja
c. Meningkatnya kepadatan dan mobilisasi penduduk
d. Dihasilkannya limbah proyek dan penduduk.
e. dll.
Dampak negatif yang
ditimbulkan pasca operasi yaitu :
Ø Terhadap
LingkunganPenurunan kualitas air
a.
Penurunan kualitas air
b.
Gangguan lalulintas
c.
Peningkatan sarana dan prasarana
d.
Gangguan habitat biota darat dan
perairan
Ø Terhadap Lingkungan, Sosial dan Budaya
a.
Peningkatan
Pendapatan Penduduk
b.
Perubahan Sikap dan Persepsi Masyarakat
Ø Terhadap lingkungan masyarakat
a. Penurunan
estetika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar