Tinkerbell Glitter Public Health: Semester4 Renval RUK

Kamis, 14 Mei 2015

Semester4 Renval RUK

       ANALISIS DATA KESEHATAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2007 
Penentuan Prioritas Masalah:
10 masalah yang kita ambil adalah

1.AKB

2.AKI

3.Pneumonia Balita

4.DBD

5.Diare

6.Hepatitis B

7.Pelayanan Kesehatan Bagi Orang Miskin

8.Jumlah Posyandu Aktif

9.Pengelolaan Air Limbah

10.APBD Kesehatan
   
                                                                      Tabel  MCUA
                                                               
                                                                       Skala Prioritas 

                                                       Alternatif Pemecahan Masalah 

                                                                           Tabel MVIC


Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK)

       Latar Belakang 

Indonesia merupakan negara dengan pengidap Hepatitis B nomor 2 terbesar sesudah Myanmar diantara negara-negara anggota WHO SEAR (South East Asian Region).

Menurut hasil Riskesdas tahun 2007, hasil pemeriksaan Biomedis dari 10.391 sampel serum yang diperiksa, prevalensi HBsAg positif 9.4% yang berarti bahwa diantara 10 penduduk di Indonesia terdapat seorang penderita Hepatitis B virus. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia, cakupan imunisasi hepatitis B di Indonesia sebesar 59,19%, namun angka kejadian hepatitis B di berbagai daerah masih meningkat setiap tahunnya.

Sebagai salah satu Negara yang menjadi sponsor utama dalam resolusi WHO mengenai Hepatitis, maka perlu mengembangkan Program Pengendalian Hepatitis di Indonesia.
       Tujuan

1.  Tujuan Umum
Menurunkan angka  kesakitan Hepatitis B di Kabupaten Banyumas  tahun 2008 sebesar   80%dari jumlah kasus sebelumnya.
2.   Tujuan Khusus
a. Meningkatkan pengetahuan tentang  imunisasi Hepatitis B
b. Meningkatkan pengetahuan Bumil akan pentingnya pemeriksaan kehamilan pada trimester pertama terkait Hepatitis B.
c. Meningkatkan imunitas tubuh bayi terhadap penyakit hepatitis B.
d. Mengetahui status HBsAG dan HBeAG pada bumil khususnya di trimester pertama.
e. Mencegah Bayi baru lahir terserang Hepatits B dari ibu yang berstatus HBsAG(+) dan HBeAG(+).


                                                                                   Target Sasaran
                                                                   
                                                                 Sarana dan Fasilitas

                                                                        Uraian Kegiatan 


                                                              Pengorganisasian SDM
Alokasi Waktu

                                                                          Pembiayaan

No.
Kegiatan
Satuan Output


Mata Anggaran






Bahan
Obat
Perjalanan
Honor
Lain-lain
Jumlah
1
Pendataan bayi dan bumil sebelum
1 kader puskesmas



39 x Rp. 50,000

Rp. 1,950,000
2
Penyuluhan pentingnya imunisasi hepatitis B
2 penyuluh



2 x 39 x Rp. 50,000

Rp. 3900000


Leaflet
3000 x Rp. 300




Rp. 900,000


Poster
39 X Rp. 15,000




Rp. 585,000
3
Pendataan ulang
2 kader puskesmas



2 x 39 x Rp. 50,000

Rp. 39,000,000
4
Pemberian imunisasi hepatitis B pada bayi 1-6 bulan
Vaksin HB

2000 x Rp. 175,000



Rp. 350,000,000


3 Bidan



3 x 39 x Rp. 500,000

Rp. 58,500,000


Alat Suntik
39 x Rp. 140,000




Rp. 5,460,000


Safety Box
2 x 39 x Rp. 15,000




Rp. 1,170,000
5
Pemeriksaan bumil
3 Bidan



3 x 39 x Rp. 500,000

Rp. 58,500,000


vaksin HBsAG

1000 x Rp. 75,000



Rp. 75,000,000


Kapas
78 xRp. 10,000




Rp. 78,0000


Alkohol

78 x Rp. 16,500



Rp. 1,287,000


Sarung tangan
2 x Rp. 50,000




Rp. 100,000


masker
1 x 39 x Rp. 30,000




Rp. 1,170,000


torniquet
3 x 39 x Rp. 15,000




Rp. 1,755,000


Alat Suntik
10 x Rp. 140,000




Rp. 1,400,000
6
Pemberian HBIG
3 Bidan



3 x 39 x Rp. 500,000

Rp. 58,500,000


Vaksin HBsIG

500 x Rp. 150,000



Rp. 75,000,000


Alat Suntik
5 x Rp. 140,000




Rp. 700,000


safety box
2 x 39 x Rp. 15,000




Rp. 1,170,000
7
Pemberian imunisasi berkala
3 Bidan



3 x 39 x 500,000

Rp. 58,500,000


Vaksin HB

2000 x Rp. 175,000



Rp. 350,000,000


Alat Suntik
39 x Rp. 140,000




Rp. 546,000


Safety Box
2 x 39 x Rp. 15,000




Rp. 1,170,000

Total




















































                                                                     Lokasi Kegiatan


































  Estimasi Hambatan 

















a.Sistem surveilans Hepatitis belum berjalan baik.
b.Kurang meratanya sumber daya tenaga kesehatan
c.Adanya perubahan lingkungan yang mempengaruhi cepatnya perkembangan agent
d.Pengetahuan masyarakat tentang Hepatitis masih kurang
e.Perilaku berisiko masih banyak dilakukan oleh masyarakat
                                                            Rencana Penilaian Keberhasilan 


































    Monitoring dan Evaluasi 









1.INPUT
*Input yang dibutuhkan adalah tenaga kesehatan dan dana.
*Dana berasal dari APBD Kabupaten Banyumas.
*Evaluasi tenaga kesehatan dilakukan dengan membandingkan SOP peran tenkes dalam program dibandingkan dengan realisasi peran tenkes saat program berlangsung
*Evaluasi dana dilakukan dengan membandingkan rencana anggaran kemudian dibandingkan dengan realisasi anggaran.

















2. PROSES 

























3.OUTPUT
a.  Menggunakan indikator:
*Meningkatnya pengetahuan dan sikap ibu tentang pentingnya imunisasi hepatitis B pada bayi
*Meningkatnya pengetahuan , sikap , dan partisipasi ibu hamil dalam pemeriksaan kehamilan
*Diketahuinya status HBsAg dan HBeAg pada bumil khususnya di trimester pertama
b.  Cara evaluasi:
*Melakukan pre test dan post test kepada sasaran untuk menilai sejauh mana menerima informasi setelah penyuluhan.








4.Outcome
a.  Menggunakan indikator:
*Meningkatnya imunitas tubuh bayi terhadap penyakit hepatitis B
*Tercegahnya bayi baru lahir dari ibu berstatus HBsAG+ dan HBeAG+ untuk terserang penyakit hepatitis B
b.Cara evaluasi:
*Wawancara dengan petugas dan memantau laporan yang ada di puskesmas dan Rumah Sakit di wilayah Banyumas untuk melihat insidensi Hepatitis B pada balita.


























5.Impact
a.Menggunakan indikator:
*Menurunnya  angka  kesakitan Hepatitis B di Kabupaten Banyumas  tahun 2008 sebesar 80%dari jumlah kasus sebelumnya.
b.Cara evaluasi:
*Surveilans epidemiologi di setiap jenjang  administrasi (puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten banyumas) untuk melihat sejauh mana program dapat menurunkan angka kesakitan Hepatitis B di wilayah tersebut.



































                 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar